ALAT TRADISIONAL GULA GENDING
ALAT MUSIK GULA GENDING
Sahabat Allegra Bogor, salah satu alat musik tradisional dari NTB yakni Gula Gending. Bentuknya yang unik dan berbeda dari yang lain dapat menjadi daya tarik sendiri. Bahan utama dari alat musik Gula Gending yaitu seng dan tekstel. Bentuk unik dari Gula Gending ini tak sekadarnya saja, tetapi juga digunakan untuk menjual gula kapas yang berasal dari gula pasir.
Warnanya hijau dan lengkap dengan kotak-kotak seng tempat menarung gula kapas. Diberi tali merah untuk menggantung gula, seperti kalung yang dikenakan oleh pemain musik sekaligus penjaja gula kapas. Gula Gending dapat meminkan lima dari enam bidang kotal tanpa penutup yang menjadi sumber suara bernotasi. Permainan musik ini termasuk ke dalam instrument Gula Gending atau tangka yang menggunakan teknik perkusif atau mirip dengan memukul gendang.
Cara memainkannya cukup memukul kotak seng yang menempel dibagian depan Gula Gending. Alat musik ini merupakan hasil kolaborasi dari makanan dan seni tradisi menabuh langka' demi menarik perhatian orang-orang untuk membeli gula kapas atau rambut nenek yang dijajakan.
Sahabat Allegra bogor tahukah kalian, konon sebelum masa kemerdekaan, Gula Gending hanya memiliki 3 kotak seng untuk menghasilkan suara. Namun karena dinilai kurang efektif, maka Gula Gending dibuat menjadi 6 kotak seng. Semua kotak itu menghasilkan bunyi jika dimainkan, hal itu membuat suara dari alat musik Gula Gending beragam dan enak didengar. Meski belakangan pedagang Gula Gending sudah berevolusi dengan memainkan rekaman untuk menarik pembeli.
Sahabat Allegra Bogor, dalam bahasa sasak, tempat tempat untuk menyimpan gula disebut dengan tongkaq. Tongkaq inilah yang biasa difungsikan sebagai alat musik. Dan jenis Gending yang dimainkan biasanya seputar Buah Odaq, Tempong Gunung, dan sebagainya.


Komentar
Posting Komentar