ALAT MUSIK TRADISIONAL GENDANG BELEQ
ALAT MUSIK TRADISIONAL GENDANG BELEQ
Sahabat allegra bogor Gendang belq merumakan salah satu alat musik tradisional yang telah diwariskan orang terdahulu masyarakat suku sasak yang mendiami pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat.
Masyarakat Lombok tentu tidak asing lagi dengan kelompok musik gendang beleq. Kelompok penabuh gendang ini biasanya terdiri dari belasan personil, mereka kerap tampil sebagai penghibur saat hajatan, Gendang bele biasanya digunakan sebagai pengiring tradisi nyongkolan saat resepsi pernikahan. Tidak hanya itu gendang beleq juga digunakan untuk hajatan lain seperti saat pelaksaan khitanan atau beberapa kegiatan adat lainnya.
Namun, sebelum gendang beleq difungsikan sebagai pengiring hajatan, gendang beleq awalnya digunakan untuk pemberi semangat saat akan mengantar atau menyambut pasukan perang.
Sahabat allegra bogor tahukah kalian gendang beleq diperkirakan muncul pada abad ke 14 Masehi atau sekitar seratusan tahun pasca letusan gunung Samalas dan Rinjani. Dalam bahasa Sasak beleq berarti besar. Gendang beleq disebut demikian karena mempunyai ciri khas memiliki gendang besar.
Biasanya gendang beleq terbuat dari jenis kayu yang besar namun ringan, seperti pohon meranti, pohon randu, kemudian dilubangi berbentuk tabung dan dipasangi kulit sapi. Dalam Musik tradisional tersebut, gendang beleq awalnya memiliki 17 personil yakni dua orang sebagai penabuh gendang beleq itu sendiri, lima orang sebagai pemain ceng-ceng yakni alat musik terbuat dari baja berupa piringan. Kemudian dua orang sebagai pemain reog, dua orang sebagai pemukul gong, empat orang pemikul gong, satu orang pemain petuk dan satu lagi pemain seruling.
Sahabat allegra bogor namun seiring perkembangan kebudayaan, gendang beleq kini sudah mengalami perubahan baik dari fungsinya maupun kuantitas jumlah personil. Kini gendang beleq ada yang beranggotakan 20 lebih personil, terutama ada penambahan personil gendang beleq yang awalnya dua penabuh, sekarang menjadi enam hingga sepuluh penabuh.


Komentar
Posting Komentar